Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang lebih dari sekedar partai politik; Hal ini merupakan peluang untuk menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan demokrasi di Indonesia.
KPU, Bawaslu, serta penyelenggara lainnya, diharapkan terus menjaga koordinasi dan pemantauan guna menjamin kelancaran seluruh tahapan pemilu.
Keterlibatan seluruh elemen masyarakat juga tak kalah pentingnya. Pemilu 2024 diharapkan menjadi pesta demokrasi yang berintegritas dan menjamin proses yang aman dan damai.
Pernyataan tersebut dilontarkan Abdul Razak, politikus senior Partai Golkar Kalteng. Ia menekankan pentingnya memupuk persatuan untuk mencegah konflik yang dapat menghambat kemajuan pemilu, sehingga menyoroti kematangan dan kemajuan demokrasi.
Ia mengatakan pada Senin, 20 November 2023, Pemilu 2024 bukan hanya sekedar representasi Partai Demokrat, tapi juga bukti tumbuh dan berkembangnya demokrasi di Indonesia.
Ia juga mengingatkan, potensi polarisasi sosial akan semakin besar seiring semakin maraknya praktik politisasi SARA, ujaran kebencian, dan hoaks di masyarakat.
Tentu saja praktik-praktik tersebut tidak hanya mengancam demokrasi di Indonesia, namun juga integritas dan kedaulatan bangsa.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng menyatakan kedewasaan dan kedewasaan berdemokrasi sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Alat ini mempunyai arti penting dalam mencapai kemajuan demokrasi dalam suatu negara, salah satu tandanya adalah terselenggaranya pemilu yang adil, aman, damai, dan berkualitas. *#TIM#* www.lintasberita1.com

