

“Sementara Laporan Dari Kadis kesehatan Kota Palangka Raya”, Kondisi di Palangka Raya mengalami hal mendasar yaitu pemeriksaan. Keterbatasan alat menjadi kendala Sampai saat ini pengambilan swab di doris sehari 40 org tidak sebanding dengan jumlah antrian yang diperiksa. Untuk itu Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya berharap Pemerintah Kota Palangka Raya dapat memiliki alat tes swab virus corona sendiri.
Dari Hasil Evaluasi Kapolresta PalangkaRaya sesuai dengan datanya terlampir :








”Dari evaluasi Danramil 1016-10/Plk mewakili Dandim”, Dari laporan yang diterima, bahwa Pos km 38 Tjilik Riwut blm ada personil TNI. Hal ini akan segera ditindaklanjuti. Dilapangan,RT/RW turut serta dalam menegakkan peraturan Walikota selama masa PSBB yaitu dengan pembatasan diwilayahnya serta mengaktifkan siskamling. Saran untuk melakukan penyemprotan secara masif dilokasi yg padat aktivitas seperti pasar pada saat tidak ada orang yaitu jam malam di harapkan kepada semua satgas harus bersinergi.
“Wakil Walikota Palangka Raya” Pemerintah Kota Palangka Raya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerjasama solid selama PSBB minggu pertama ini. Sesuai apa di sampaikan dan Pesan Walikota Palangka Raya tentang sosialisasi atau informasi bantuan langsung tunai dan sembako sudah mulai disalurkan. Apabila menertibkan pedagang kecil sambil memberikan sembako. Bansos Kementerian 5029 penerima manfaat di 3 tempat yaitu Kantor Pos (Sudah mulai disalurkan) Bank BRI dan Bank BNI. Untuk penyaluran melalui Bank diharapkan Senin depan mulai bisa disalurkan. Tahapan permintaan bantuan sosial susulan sedang diajukan. Pemerintah Provinsi Kalteng turut membantu sebanyak 15000an penerima manfaat. Kota Palangka Raya akan menyalurkan 12800an penerima manfaat. Alat tes swab virus corona akan segera dikonsultasikan kepada Walikota Palangka Raya,agar dapat dibeli sesuai dengan aturan yang berlaku.Tekankan masker jangan sampai kosong di pos pos.Tetap melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat,apabila melanggar aturan selama PSBB.

