Safrudin menyoroti tantangan pendidikan di era kini, seperti transformasi digital, perubahan nilai sosial, hingga kendala akses di wilayah pedalaman dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Menurutnya, inovasi dan kolaborasi menjadi kunci agar pendidikan di Kalteng tidak tertinggal.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh kepala sekolah dan operator sekolah se-Kalteng, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga proses seleksi yang jujur dan adil. Hadir dalam kegiatan ini para pejabat terkait di lingkungan Pemprov Kalteng serta perwakilan dari seluruh satuan pendidikan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 dapat berjalan lancar, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik di Kalimantan Tengah. *#TIM#* www.lintasberita1.com