Dalam kesempatan ini, Gubernur juga melaporkan perkembangan Program Strategis Nasional Food Estate di Kalteng, dimana capaian intensifikasinya mencapai 44.000 hektar, sedangkan luas perluasannya 16.000 hektar.

Pada tahun 2021, banjir menyebabkan masalah untuk program Food Estate. Oleh karena itu, pada TA 2022 akan dilakukan Studi Desain Realisasi Penyuluhan (SID), dengan melakukan kajian dan investigasi terhadap lahan yang meliputi ketersediaan petani, kesesuaian lahan, kesuburan, sarana irigasi, permasalahan kekurangan lahan/luas, dan lain-lain.

Menurut cara pengolahan saat ini, penggilingan padi milik petani hanya bisa menghasilkan beras kualitas sedang dengan kecepatan 1,5 ton per jam. Pada tahun anggaran 2022, penggilingan padi modern dengan kapasitas produksi 10 ton/jam akan diprogramkan untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi dalam jumlah yang lebih besar.

“Untuk itu, kepada seluruh jajaran Perangkat Daerah terkait dengan Program Food Estate, saya tekankan agar selalu bersinergi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Instansi Vertikal terkait lainnya,” ujar Gubernur.

Gubernur menjelaskan dalam rangka mengatasi dampak pandemi Covid-19  yang berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan bermasyarakat yang memicu perlambatan ekonomi daerah, penurunan penerimaan daerah, peningkatan belanja serta pembiayaan daerah. Pemprov. Kalteng telah melakukan berbagai kebijakan dan strategi yang komprehensif dengan melihat data dan fakta secara cermat.