“Dari sisi pergerakan harga, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kalteng pada bulan Bulan Agustus tercatat sebesar 6,94%, Angka ini jauh berada di atas angka inflasi nasional sebesar 4,69% (yoy). Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Agustus 2022 antara lain angkutan udara, bawang merah, beras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan nila, tomat, bahan bakar rumah tangga, pasir, cabai rawit, dan udang basah,” kata Gubernur.
Gubernur berharap, kepada seluruh anggota TPID untuk memberi perhatian lebih pada upaya menjaga dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Kalteng.
“Insya Allah kami yakin, dengan partisipasi aktif seluruh stakeholder dapat memberikan hasil yang nyata dan apa yang menjadi upaya bersama ini dapat menekan harga di pasaran menjadi lebih stabil yang pada akhirnya inflasi kita menjadi terkendali,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Nuryakin selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Prov. Kalteng dalam laporan tertulisnya mengatakan Pemprov. Kalteng menyediakan 2.500 Paket Sembako yang akan disalurkan serentak di tiga lokasi di Kota Sampit yaitu, di Kantor Kec. Baamang sebanyak 1.000 Paket, di Pasar Karang Intan sebanyak 1.000 Paket dan di Kantor Kel. Mentaya seberang, Kec. Seranau sebanyak 500 Paket dengan harga jual ke masyarakat sebesar Rp50.000/Paket, yang isi paket sembakonya terdiri dari beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 2 liter dan susu kental manis 1 kaleng yang apabila sesuai harga pasar harganya Rp150.000. Pemerintah mensubsidi sebesar Rp. 100.000 (66,7%).

