Dijelaskan Wagub, pada Pasar Keseimbangan tersebut Pemprov memberikan dan mensubsidi paket sembako senilai 200 ribu rupiah senilai 150 ribu rupiah yang dapat ditebus masyarakat dengan harga diskon sebesar 50 ribu rupiah. “Namun setelah berdiskusi, kami sepakat untuk memberikan subsidi tambahan sebesar 50 ribu rupiah dan menggratiskan paket sembako untuk masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Murung Raya Hermon mengatakan, harga bahan pangan di kabupaten tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi air sehingga dapat menghambat distribusi bahan pokok ke warga.

“Kami juga melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi di Provinsi Mulung Raya. Salah satunya adalah aksi tanam 1.600 bibit cabai yang dilakukan di 10 kecamatan. Kabupaten Raya, kami akan membagikan benih cabai gratis beserta “kantong plastik,” jelasnya, karena “merupakan salah satu produk yang menyebabkan tingginya inflasi di Murun.”

Dalam diskusi pasca dimulainya kegiatan Pasar Penyeimbang, Wagub menyampaikan bahwa ketidakpastian yang terjadi baik di dalam negeri maupun di dunia berdampak pada kehidupan masyarakat, khususnya dalam hal ketersediaan pangan. Kelangkaan sumber pangan ini kemudian menyebabkan kenaikan harga.

Presiden juga mengarahkan kita untuk menjamin ketahanan pangan di daerah kita untuk mencegah inflasi. Dengan menerapkan inisiatif Pasar Menyeimbangkan, Pasar Murah, dan Operasi Pasar, kami bertujuan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, memastikan mereka mampu membeli barang-barang penting dengan harga yang wajar.