Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi meluncurkan Program Strategis Sektor Pendidikan Tahun 2026 sebagai langkah nyata mewujudkan pendidikan gratis, berkualitas, dan merata hingga ke seluruh wilayah.
Peluncuran program dilakukan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kamis (5/3/2026), dan diikuti sekitar 90 ribu siswa secara daring dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di Bumi Tambun Bungai.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini menyasar sekitar 60.000 siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di seluruh kabupaten dan kota.
“Sebanyak 90.000 siswa mengikuti peluncuran ini melalui Zoom meeting. Ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap siswa kelas X akan menerima bantuan senilai Rp1.500.000 untuk menunjang kebutuhan pendidikan di awal masa sekolah.
Bantuan tersebut dibagi dalam dua skema. Pertama, Simpanan Pelajar (Simpel) sebesar Rp500.000 yang disalurkan langsung ke rekening siswa melalui Bank Kalteng dalam dua tahap. Dana ini dapat digunakan untuk kebutuhan belajar siswa.
Kedua, bantuan sebesar Rp1.000.000 dialokasikan melalui mekanisme Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk pengadaan perlengkapan sekolah seperti tas, buku, sepatu, dan seragam.
Khusus seragam, seluruh siswa kelas X akan menerima batik khas daerah serta pakaian olahraga dengan desain yang seragam di seluruh Kalimantan Tengah.
“Untuk seragam batik dan olahraga dibuat seragam se-Kalteng. Sementara perlengkapan lain akan diatur agar bantuan merata dan tidak menumpuk pada satu siswa saja,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga terus memperkuat program “Satu Rumah Satu Sarjana” melalui bantuan kuliah gratis bagi putra-putri daerah, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Namun, berdasarkan evaluasi program sebelumnya, mekanisme penyaluran bantuan bagi mahasiswa kini mengalami perubahan. Dana tidak lagi disalurkan ke rekening pribadi, melainkan langsung ke rekening perguruan tinggi.
“Tujuannya agar penggunaan dana lebih tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan,” tegas Reza.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata, seiring dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Evaluasi akan terus dilakukan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. *#TIM#* www.lintasberita1.com

