Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat membacakan sambutan Menteri Agama/Foto/Tim/lintasberita1.com
Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2022/Foto/Tim/lintasberita1.com
Sementara itu Edy Pratowo yang ditemui sesuai upacara menambahkan bahwa Peringatan Hari Santri jadi momentum untuk terus memupuk kebersamaan, kekompakan dan kepekaan. Maksud dari kepekaan ini ialah selalu memperhatikan hak dan kewajiban mereka. Karena sebagai penyelenggara pemerintahan juga harus memberikan motivasi, perlindungan yang baik, menjamin hak-hak mereka selama berada di pondok untuk menempa ilmu.
“Saya kira momentum 2022 Hari Santri ini semakin mempererat, memperkokoh, silaturahim dan keberadaan santri sebagai benteng, pemersatu, kekuatan untuk memajukan Bangsa dan Negara. Karena bagaimanapun mereka ini aset kedepan yang dilandasi keimanan yang baik serta dibekali dasar-dasar agama. Sejalan dengan arah kebijakan visi dan misi Gubernur dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, pondok juga bagian dari bidang pendidikan yang harus kita perhatikan dengan melalui kemitraan yang baik,” tandas Edy.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Kalteng Noor Fahmi mengatakan santri itu punya partisipasi dan peran terhadap mengawal Bangsa dan Negara serta agama. Kemudian terkait pendidikan agama di pondok pesantren, perkembangannya saat ini bagus sekali dan di Prov. Kalteng ada 109 pondok pesantren. Baik yang halafiah (modern) atau salafiah (tradisional). Dengan ini sudah menunjukkan peningkatan yang sangat bagus pendidikan di pondok pesantren ini.