Palangka Raya – www.lintasberita1.com– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Perkawinan Usia Anak, Rabu (30/7/2025), bertempat di SMAN 1 Palangka Raya.
Kegiatan yang diikuti oleh 75 pelajar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepedulian generasi muda terhadap isu kekerasan dan perkawinan usia anak, sekaligus memperkuat peran pelajar sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas P3APPKB Prov. Kalteng, Linae Victoria Aden, menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam memberikan perlindungan maksimal kepada anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus disiapkan dengan baik agar menjadi generasi tangguh, berkualitas, dan berdaya saing. Upaya perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga perlu dukungan guru, sekolah, dan para pelajar sebagai teman sebaya,” ungkap Linae.
Ia menambahkan bahwa perkawinan usia anak dan kekerasan terhadap anak memiliki dampak jangka panjang, seperti meningkatnya risiko stunting dan berkurangnya kesempatan anak untuk berkembang secara optimal.
“Dengan mempersiapkan anak-anak sejak dini, kita dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang.
-
Alogo Ocktavianus Karuban Parasian dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalteng memaparkan dampak kesehatan dan psikologis akibat perkawinan usia anak.
-
Erwin Boban dari Ditreskrimsus Polda Kalteng menjelaskan aspek hukum dan upaya penegakan hukum terhadap kasus kekerasan anak.
-
Ari Pamungkas, Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kalteng, memberikan edukasi mengenai pentingnya dukungan teman sebaya.
“Teman sebaya memiliki peran penting, karena sering kali korban lebih nyaman berbagi cerita kepada teman dibandingkan kepada orang dewasa. Edukasi ini membantu pelajar lebih peka dan responsif terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Ari.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Palangka Raya, H. Arbusin, serta para guru pendamping. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap terbangun sinergi kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam melindungi anak-anak dari kekerasan dan mencegah perkawinan usia dini.
DP3APPKB Kalteng menegaskan, keberhasilan upaya perlindungan anak tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. *#TIM#* www.lintasberita1.com

