Berdasarkan pemaparan Kepala Perwakilan BI, bahwa tekanan inflasi Kalteng pada tahun 2024 menurun dibandingkan tahun 2023. Inflasi Kalimantan Tengah di Triwulan III 2024 tercatat 1,45 persen (y-o-y), menurun dibanding periode yang sama tahun 2023 yang sebesar 1,88 persen.

“Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari kerja keras dan sinergi kita bersama, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan berbagai pihak dalam mengawal inflasi tetap rendah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)”, imbuhnya.

 

Disebutkannya pula, sepanjang tahun 2024 kita sangat gencar dalam melaksanakan kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), baik melalui operasi pasar dan pasar penyeimbang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kerja sama Antar Daerah oleh Bulog, hingga peningkatan produksi pangan melalui pengembangan beras IR-42 seluas 2.350 Hektar oleh  Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan produktivitas mencapai 5,5 ton/Hektar.

“Untuk itu, saya sangat mengapresiasi berbagai langkah nyata yang dilakukan Bapak/Ibu di TPID untuk mendukung kesejahteraan masyarakat”, sebut Sunarti.

Berikutnya ia juga mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia, yang telah berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan perekonomian Bumi Tambun Bungai, “dan terima kasih atas dukungan penuhnya dalam segala upaya pengendalian inflasi, dan menjadi partner serta advisor yang baik untuk Pemerintah Daerah di Kalimantan Tengah, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan digitalisasi”, tutupnya.