Palangka Raya, lintasberita1.com – Sugianto Sabran, Gubernur Kalimantan Tengah, memimpin serta memberikan arahan pada Focus Group Discussion (FGD) Pemprov. Kalteng dengan Tim Ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) Tentang Percepatan Pembangunan Kalteng, bertempat di Aula Jayang Tingang Lantai 2 Kantor Gubernur Kalteng, Senin (21/92/2022). Kegiatan ini dilakukan secara hybrid.

Mengawali sambutannya, Gubernur H. Sugianto Sabran menyampaikan pokok-pokok pikiran untuk dapat dirumuskan bersama dalam FGD.

FGD Pemprov. Kalteng dengan Tim Ahli UGM Tentang Percepatan Pembangunan Kalteng/Foto/Tim/lintasberita1.com

Pertama disampaikan oleh gubernur, provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Dengan 11 sungai besar dan garis pantai sepanjang 750 km, potensi penanaman, pertambangan, dan kehutanan sangat luar biasa. Menurut data BPS tahun 2020, Kalimantan Tengah juga memiliki letak yang strategis dengan luas +- dan jumlah penduduk 2.669.969 jiwa, sehingga kepadatan penduduk hanya 17 jiwa/. Untuk itu, diharapkan sumber daya alam yang melimpah tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah dan untuk memajukan provinsi. Kalteng mendukung percepatan pembangunan provinsi. Kalimantan Tengah.

Kedua, berdasarkan data Ekspor Prov. Kalteng dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan pada tahun 2020 hanya 26,23 % ekspor keluar melalui pelabuhan di wilayah Prov. Kalteng, sedangkan 73,77 % ekspor dilakukan melalui pelabuhan di Provinsi lain. Hal ini dapat terjadi salah satunya disebabkan karena hingga saat ini Kalteng masih belum memiliki Pelabuhan Utama.

Ketiga, mengingat pentingnya ketersediaan kedua jalur darat, laut dan udara, perlu untuk mengambil langkah-langkah strategis dengan merencanakan pembangunan pelabuhan utama, pembesaran jalur sungai (Kapuas murung), dan memulai pembinaan kapal di pelabuhan. di wilayah Indonesia. Kalimantan Tengah. Keempat, untuk meningkatkan nilai tambah dari barang-barang berkualitas tinggi di Prit. Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi. Kalimantan Tengah mendukung kebijakan presiden Iran. Joko Widodo untuk melakukan downstreaming di daerah. Ini, selain kemungkinan untuk meningkatkan pendapatan awal regional (PAD) secara signifikan, juga dapat menarik ratusan ribu pekerja, baik pekerja lokal dari Kalimantan Tengah dan pekerja terampil dari luar Kalimantan Tengah.

Kelima, Rasio elektrifikasi pada tahun 2021 di Prov. Kalteng cukup baik yakni mencapai 89,14%, hal ini tentu dapat ditingkatkan hingga 100% bahkan Kalteng dapat mendukung pasokan listrik nasional dengan optimalisasi sumber daya alam melalui pembangunan pembangkit-pembangkit tenaga listrik dengan tenaga alam, salah satunya tenaga air dan tenaga surya. Keenam, salah satu upaya Pemprov. Kalteng untuk membuka aksestabilitas antar Kabupaten selain menyediakan infrastruktur jalan yang memadai juga dalam inisiasi pembangunan Sistem Jaringan Transportasi Perkretaapian di Prov. Kalteng yang sebelumnya pernah dilakukan kerjasama dengan PT.PTB dalam penyediaan jalur kereta api Puruk Cahu-Batanjung melalui Bangkuang. Hal ini hingga saat ini masih terkendala sehingga perlu dilakukan kajian dan Analisa agar seluruh kendala dapat teratasi.

Terakhir, untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan yang ada di Prov. Kalteng dalam upaya mendukung Kalimantan Tengah dan ketahanan pangan nasional. Kalteng juga telah memulai pembangunan areal budidaya udang vaname di Kabupaten Sukamara. Selain tambak udang baname Kabupaten Sukamara, kami gencar mengembangkan program integrasi alternatif minyak daging sapi sebagai daerah baru pengembangan daging sapi di wilayah Kalimantan Tengah.

Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, Para Kepala Dinas/Badan/ Biro dan Satuan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov. Kalteng yang hadir pada FGD Pemprov. Kalteng dengan Tim Ahli UGM Tentang Percepatan Pembangunan Kalteng/Foto/Tim/lintasberita1.com

“Terobosan-terobosan dan inovasi harus terus dilakukan, hal ini juga mengingat dimasa pandemi COVID-19 dana transfer dari pusat ke daerah cenderung terjadi pengurangan, sehingga Pendapatan Asli Daerah menjadi satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan yang diandalkan sebagai penopang pembiayaan pembangunan prioritas, diantaranya bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sektor strategis lainnya”, ucap Gubernur.

FGD tersebut dihadiri oleh Pj. Sekretaris Gubernur. Kalteng H. Nuryakin, Kantor Ahli Gubernur, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Dinas/Lembaga/Biro dan Bagian Kanwil di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, para ilmuwan/ahli dari UGM Haidar Alvi dan Santravan P. Exposition dan para pakar/cendekiawan dan spesialis di wilayah Kalimantan Tengah. Pakar dari UGM Yogyakarta hadir secara virtual.

www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)