Palangka Raya, lintasberita1.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya terus memperkuat layanan bank sampah digital sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah sehari-hari.
“Layanan bank sampah digital ini pada prinsipnya adalah rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat membuang sampah, namun dengan memilah dan mengumpulkan sampah,” ucap Pelaksana Tugas Kepala DLH Kota Palangka Raya, Sugiyanto di Palangka Raya, Kamis, 31 Juli 2025.
Dia mengatakan bank sampah digital salah satu inovasi pemerintah kota dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat serta sebagai strategi DLH dalam penerapan 3R dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Setidaknya ada 23 jenis sampah yang bernilai ekonomis yang bisa dijual melalui bank sampah digital, yakni kardus, botol kemasan bersih, plastik campur, botol sampo, kaleng susu, plastik kerasan, kertas putih (kotor), kertas HVS, kertas penutup, aluminium, kaleng sprite, tutup botol, koran, gelas air mineral, besi, botol sirup, botol bir, seng dan minyak jelantah.
Nilai sampah yang dikumpulkan untuk setiap berat per satu kilogram bervariasi tergantung jenis, mulai dari Rp300 hingga Rp9.000.
Dia menerangkan masyarakat dapat mengakses layanan bank sampah digital mengunduh aplikasi Mountrash di Google Play Store secara gratis yang selanjutnya melakukan pendaftaran sesuai arahan di aplikasi tersebut.
Melalui aplikasi tersebut masyarakat menjadi mudah menyetorkan sampah dan bisa diambil langsung ke rumah oleh petugas bank sampah.
Selain itu, dalam jangka waktu tertentu, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga, DLK Kota Palangka Raya juga menghadirkan program ubah sampah menjadi sembako.
“Ini merupakan program pemerintah dalam mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi serta upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” ujar Sugiyanto.
Dia menerangkan kegiatan mengubah sampah menjadi sembako ini merupakan kegiatan kedua yang nantinya dijadikan program berkelanjutan dalam perbaikan pengelolaan lingkungan.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi pemerintah masyarakat kepada terkait manfaat memilah sampah dari sumbernya, yang mana sampah rumah tangga usai di pilah bisa bernilai ekonomi baik berupa tabungan uang atau ditukar dalam bentuk sembako,” katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Palangka Raya Teguh Jaya Permana mengatakan saat ini sampah yang dihasilkan seluruh warga Palangka Raya 160 ton per hari.
“Mulai dari sampah organik maupun sampah non-organik. Maka salah satu upaya kami dalam mengedukasi masyarakat serta dalam mengurangi jumlah sampah sampah ke TPA dilakukan melalui program bank sampah pada hari ini dengan menukar sampah jadi sembako,” imbuhnya.
Di antara jenis sampah yang dibawa warga, seperti kertas, kardus, koran, plastik, seng, aluminium dan minyak jelantah. Masing-masing jenis sampah ditimbang dengan nilai harga bervariasi mulai Rp500 hingga Rp7.500 per kilogram.
Sembako yang disiapkan pengelola bank sampak seperti minyak goreng, ikan dalam kaleng, mi instan, gula pasir, tisu, teh, garam, kopi, krim kental manis dan garam dengan nilai mulai dari Rp2.000 hingga Rp18.000 per jenis.

