Melalui aplikasi tersebut masyarakat menjadi mudah menyetorkan sampah dan bisa diambil langsung ke rumah oleh petugas bank sampah.
Selain itu, dalam jangka waktu tertentu, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga, DLK Kota Palangka Raya juga menghadirkan program ubah sampah menjadi sembako.
“Ini merupakan program pemerintah dalam mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi serta upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” ujar Sugiyanto.
Dia menerangkan kegiatan mengubah sampah menjadi sembako ini merupakan kegiatan kedua yang nantinya dijadikan program berkelanjutan dalam perbaikan pengelolaan lingkungan.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi pemerintah masyarakat kepada terkait manfaat memilah sampah dari sumbernya, yang mana sampah rumah tangga usai di pilah bisa bernilai ekonomi baik berupa tabungan uang atau ditukar dalam bentuk sembako,” katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Palangka Raya Teguh Jaya Permana mengatakan saat ini sampah yang dihasilkan seluruh warga Palangka Raya 160 ton per hari.
“Mulai dari sampah organik maupun sampah non-organik. Maka salah satu upaya kami dalam mengedukasi masyarakat serta dalam mengurangi jumlah sampah sampah ke TPA dilakukan melalui program bank sampah pada hari ini dengan menukar sampah jadi sembako,” imbuhnya.

