Status siaga darurat bencana karhutla di Kalimantan Tengah didasarkan pada penetapan status siaga darurat bencana karhutla kabupaten/kota. Tujuh kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat, sementara enam lainnya belum menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Toyib melaporkan, hingga 4 Juni 2023, perkembangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah terutama terkait dengan titik panas dan kejadian karhutla, berdasarkan data pantauan. 970 titik api teridentifikasi di 14 kabupaten/kota, sementara 161 insiden kebakaran hutan dan lahan dilaporkan oleh kabupaten/kota, kecuali Barito Timur, Gunung Mas, dan Seruyan.
“Pada bulan April hotspot sebanyak 220 hotspot, pada bulan Mei 2023 mengalami peningkatan menjadi 375, sedangkan kejadian karhutla pada bulan April 2023 sebanyak 16 kejadian, pada bulan Mei 2023 meningkatkan menjadi 51 kejadian. Jika memperhatikan prakiraan dari BMKG bahwa wilayah Provinsi Kalimantan Tengah seluruhnya akan memasuki musim kemarau pada Dasarian II Juni 2023, ini menjadi peringatan serius bagi kita terhadap kemungkinan peningkatan karhutla,” ucapnya.
Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Kalteng Tahun 2021-2026, terdapat 87 kecamatan yang rawan kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 13 kabupaten/kota, tidak termasuk Kabupaten Murung Raya. Untuk penanganan darurat karhutla, fokusnya dapat ditingkatkan lagi di 9 kabupaten/kota prioritas, yaitu Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, dan Sukamara, dengan kabupaten-kabupaten berisiko tinggi hutan dan kebakaran lahan di 70 kabupaten.

