Disimpulkan bahwa kegiatan Action Bergizi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi suplemen zat besi, dengan tujuan agar konsisten minum tablet besi untuk mencegah anemia.

Perlu diketahui bahwa stunting adalah kondisi di mana balita gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Hal ini antara lain disebabkan oleh status kesehatan anak dan remaja yang kurang memadai yang tidak mendapat gizi seimbang, serta remaja putri yang menderita anemia akibat kekurangan zat besi.
Mempertimbangkan hal tersebut, Kementerian Kesehatan menginisiasi program Aksi Bergizi yang diperkenalkan pada tahun 2022 dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Inisiatif Aksi Bergizi terdiri dari tiga intervensi utama: sarapan dan konsumsi Tablet Tambahan Darah (TTD) bersama di sekolah setiap minggu, memberikan pendidikan gizi multisektoral untuk mempromosikan makan sehat dan aktivitas fisik, dan memanfaatkan komunikasi untuk memfasilitasi perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif. Selain itu, bersamaan dengan Gerakan Massa Aksi Bergizi, sosialisasi pencegahan Perkawinan Anak (PUA) juga dilakukan dalam acara yang sama.
Narasumber kegiatan ini adalah Linae Victoria Aden, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), dan Jeanny Yola Winokan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah. *#TIM#* www.lintasberita1.com

