“Tujuan O2SN tidak hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah sarana untuk membentuk karakter pelajar yang sportif, disiplin, dan siap bersaing secara sehat. Di sinilah mereka bisa menggali potensi dan melatih mental juara,” jelas Harsono.

Hal senada disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Kotim, Ahmad Arifin. Ia menekankan pentingnya ajang ini sebagai ruang silaturahmi antarsekolah dan wujud nyata pembinaan non-akademik yang seimbang.

“Para juara di sini adalah yang terbaik di Kotim. Dengan kehadiran juri dari Pengkab IPSI dan Forki, kami yakin para pemenang siap bersaing di tingkat provinsi, bahkan nasional. Kami bangga atas antusiasme tinggi dari para siswa serta dukungan luar biasa dari seluruh sekolah,” ujarnya.

O2SN tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur tahun ini mempertandingkan dua cabang utama: karate dan pencak silat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembinaan jangka panjang untuk mencetak atlet pelajar berprestasi yang membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. *#TIM#** www.lintasberita1.com

MMC KALTENG