Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph/Foto/Tim/lintasberita1.com
Selanjutnya Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph menargetkan akan selesai pada tahun 2023 bertepatan Hari Jadi ke 21, dan “Lopo Betang Perdie M. Yoseph” akan diresmikan. Masih menurut Perdie, bahwa pembangunan Lopo Betang berada di jalur lalu lintas keluar masuk menuju Kota Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hj. Adiah Chandra Sari/Foto/Tim/lintasberita1.com
“Ketika orang masuk atau keluar secara tidak langsung tergambar dibenak pikiran suku dayak punya kebanggaan memiliki Rumah Betang atau Lopo Betang, dan jangan sampai nilai budaya kita sendiri sedikit demi sedikit akan kehilangan identitas”, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hj. Adiah Chandra Sari menyebut bahwa pembangunan Lopo Betang PMY di Puruk Cahu memiliki nilai strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan, khususnya pelestarian bangunan bersejarah dan memiliki nilai kearifan lokal yang tinggi.
“Membangun berarti melestarikan, Palsafah Huma Betang jangan sampai suatu saat hanya menjadi cerita, bahkan generasi penerus hanya bisa melihat dari literatur, sementara fisiknya sudah punah, karena kurangnya perhatian terhadap pelestarian” ucap Diah.
Menurutnya, upaya pelestarian bangunan budaya harus terus dikembangkan, agar kelak generasi masa depan mengenal dan mencintai situs-situs budaya yang ada. “Pelestarian Bangunan Bercorak Kebudayaan Bentuk Manifestasi Kearifan Lokal “ kata Diah.