Materi yang diberikan mencakup critical thinking, wawasan kewirausahaan, akses permodalan dari perbankan, pengurusan izin usaha melalui DPMPTSP, serta pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal. Salah satu yang menjadi fokus adalah pengolahan ikan lokal, seperti saluang, bilis, dan mintahukan, menjadi produk unggulan kerupuk krispi.

“Harapan kami, perhatian pemerintah daerah terus dimaksimalkan agar anak-anak muda mampu bersinergi dan menjadi pelaku ekonomi kreatif di daerah,” tutup Manat.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya wirausahawan muda yang tangguh dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di Barito Selatan. Www.lintasberita1.com #TIM#