Palangka Raya, lintasberita1.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Prov. Kalteng menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III, IV, dan V tahun 2022. Penyelenggaraan PKA Angkatan III, IV, dan V tahun 2022 ini dilaksanakan secara distance learning (sistem pelatihan jarak jauh) selama 91 hari, yang dimulai pada hari ini Rabu tanggal 23 Februari sampai dengan 9 Juni 2022, dengan rincian 31 hari kerja pembelajaran e-learning (257 jam pelatihan) dan 60 hari kerja pembelajaran non klasikal (540 jam pelatihan).

H. Muhammad Katma F. Dirun, Asisten Kementerian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kalteng, Rabu (23/2/2022). Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Pejabat Administrator dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Pejabat administrasi juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan organisasi berkinerja tinggi dengan menguasai teknologi informasi agar sesuai dengan layanan pemerintah yang membutuhkan kecepatan penyampaian layanan.

“Selain itu Pejabat Administrator juga diharapkan terus memiliki semangat yang tinggi, tidak boleh puas dengan kinerja yang telah dicapai, terus melakukan inovasi dan perubahan sekecil apapun di lingkup kerjanya. Taat asas dan patuh pada ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang harus selalu dikedepankan,” ucapnya.

Dalam laporannya, Kepala BPSDM Prov. Sri Widanarni dari Kalteng mengatakan, PCA Batch III, IV dan V tahun 2022 diikuti 176 orang dari SKPD di lingkungan Pemprov. Kalteng berpenduduk hingga 40 orang, sedangkan pemerintah kabupaten/kota berpenduduk hingga 136 jiwa.

Kepala BPSDM Prov. Kalteng, Sri Widanarni saat membacakan laporannya/Foto/Tim/lintasberita1.com

“Pandemi covid-19 belum berakhir, tentu saja kita harus gigih untuk mengatasi keadaan dan bangkit dari keterpurukan yang ada. Kita harus dapat mengambil hikmah dari kondisi ini, ada lompatan besar dalam pemanfaatan teknologi informasi, termasuk dalam pelaksanaan PKA. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, walaupun kita berbeda-beda tempat/lokasi, kita bisa mengikuti pelatihan dengan baik,” ucapnya.

Untuk itu, sambungnya, kita harus bisa memanfaatkan teknologi informasi dalam melaksanakan tugas.

“Dan kita dituntut tidak gaptek, karena penguasaan teknologi dewasa ini adalah suatu keniscayaan yang harus kita miliki. Saya berharap tujuan pelatihan ini dapat tercapai, harus dilakukan dengan komitmen penuh, baik dari pihak penyelenggara, peserta pelatihan maupun dari tenaga pengajar,” ungkapnya.

www,lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)