Sementara itu, dr. Ni Made Yuliari menyampaikan sangat mendukung program dari Pemerintah khususnya stunting. “Kami anggota IDAI wajib mendukung program Pemerintah. Nah stunting ini adalah satu hal memang yang kami harus ditangani dengan baik. Stunting itu mulainya bukan dari sejak lahir tapi sejak dalam kandungan sehingga kami harus bersinergi juga dengan dokter spesialis kandungan bahwa sejak dalam kandungan dia sudah mendapatkan gizi yang baik”, kata dr. Ni Made Yuliari.

Selain itu, dr. Ni Made Yuliari mengutarakan program prioritas lainnya salah satunya promosi preventif.

“Promosinya mungkin kami melakukan edukasi baik melalui sendiri maupun dari media sosial kemudian yang kedua untuk preventifnya aktif melaksanakan imunisasi juga, mendukung program imunisasi dengan baik kemudian kuratifnya tentunya kami akan melakukan karena sekarang masa pandemi begitu kami mendapatkan keluhan yang menyerupai covid maka kami menyarankan untuk 3T itu. Jadi lebih banyak testing tracing dan terapi di awal akan mendapatkan hasil lebih baik”, tutur dr. Ni Made.

Pelantikan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Tengah dr. Mikko Uriamapas Ludjen, Wakil Direktur Pelayanan Medik dr. Devi Novianti Santoso, para Dokter Spesialis, Organisasi Profesi dan tamu undangan lainnya.