PALANGKA RAYA. lintasberita1.com – Mendengar adanya informasi, bahwa salah satu SDM di Pascasarjana Universitas Palangka Raya suspeck COVID-19, Direktur Program Pascasarjana (PPs) UPR, Prof. Dr. Yetri Ludang langsung mengambil langkah.
Hal ini disampaikan Direktur PPs UPR melalui Wakil Direktur II Indrawan Permana yakni mengeluarkan keputusan untuk lockdown dan berkordinasi dengan tim satgas COVID-19 UPR untuk melakukan penyemprotan disinfektan.
“Berdasarkan informasi, bahwa ada SDM dari PPs suspeck Covid-19. Namun saya tidak sebutkan siapa. Karena itu ibu Direktur (Yetrie Ludang,red) langsung mengistruksikan agar semua ruangan di seprot disinfektan. Selain itu menyampaikan agar PPs Lockdown,” katanya.
Lanjutnya, sebanyak 18 ruangan disemprot yakni 12 ruangan prodi, satu ruangan tata usaha, ruang penjamin mutu, dan ruang akademik. “Termasuk juga tiga ruangan pimpinan. Satu ruangan Direktur dan dua ruangan wakil direktur. Selain itu, SDM PPs UPR telah cek Swab dan hasilnya negatif,” katanya.
Dijelaskannya, PPs akan lockdown dari hari ini (Kemarin) hingga tanggal 01 Maret 2021. Walau demikian, berdasarkan kalender akademik, proses pembayaran SPP/UKT tetap berjalan dibulan Februari.
Hanya saja, proses administrasi di PPs di istirahatkan sejenak sampai ada keputusan baru dari Direktur PPs.
“Untuk proses perkuliahan tidak ada kendala. Karena awal COVID-19, perkulihan di UPR secara daring. Jadi ketika lockdown, hanya proses adminstrasi yang di istirahatkan sejenak,” tutup Indrawan.
uprjayaraya.com
www.lintasberita1.com *#RSM#*


