Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden atas kebijakan yang berpihak pada petani, khususnya di Kalimantan Tengah.
“Penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Begitu pula dengan kemudahan akses pupuk yang kini jauh lebih baik,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus berjalan seiring dengan pembangunan sektor lain, termasuk pendidikan dan infrastruktur pedesaan.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyoroti pentingnya membangun sinergi lintas sektor. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat menjadi dasar bagi tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap bersaing.
“Kami hadir mendampingi Gubernur sebagai bentuk komitmen Dinas Pendidikan untuk ikut membangun Kalteng dari berbagai sisi, termasuk sektor pertanian. Anak-anak yang sehat secara gizi akan lebih siap menerima pendidikan,” kata Reza.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, efektif, dan efisien. Reza menyampaikan bahwa generasi muda Kalimantan Tengah harus tumbuh dengan karakter kuat, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi nilai-nilai lokal.
“Generasi muda adalah aset. Mereka harus jadi tuan rumah di tanah sendiri. Nilai belom bahadat, huma betang, dan semangat toleransi perlu kita tanamkan sejak dini,” tegasnya.

