Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando mengapreasiasi hasil positif lahan percontohan budidaya cabai dalam bentuk demplot di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“inovasi demplot sejenis diharapkan dapat diterapkan di daerah lain dengan komoditas sama atau berbeda. Sehingga selain bertujuan mendukung stabilisasi harga komoditas pangan strategis, juga akan mendukung ketahanan pangan secara nasional dan menciptakan kemandirian pangan di daerah.” Ucap Rihando

Oleh karenanya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk optimalisasi peran TPID sangat penting untuk dilakukan. Melalui peran TPID yang proaktif akan tercipta keterjangkauan harga, menjamin ketersediaan pasokan, menjaga kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Untuk itu Rihando mengajak pemerintah daerah dan UMKM untuk dapat memanfaatkan peluang digitalisasi di tengah tekanan pandemi covid-19 yang belum berakhir.

Di sisi pemerintahan, pemanfaatan elektronifikasi dalam berbagai aktivitas ekonomi publik, baik pada transaksi pemerintah daerah dan bantuan sosial, dapat ditingkatkan sehingga mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Sedangkan untuk meningkatkan kinerja UMKM pada era digital, KPwBI Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, asosiasi, perbankan dan stakeholder lainnya tengah membangun portal web yang dilengkapi dengan e-catalog dan kanal pembayaran QRIS.