IHK merupakan salah satu indicator ekonomi untuk mengukur tingkat perubahan harga di tingkat konsumen eceran. Perubahan IHK dari waktu ke waktu, menunjukkan pergerakan harga sekelompok barang dan jasa (paket komuditas) yang dikonsumsi masyarakat perkotaan setiap bulan. Dikatakan inflasi jika terjadi kenaikan indeks harga dibandingkan bulan sebelumnya, atau deflasi jika terjadi sebaliknya.
“Daging ayam ras menjadi pemicu utama terjadinya inflasi di Palangka Raya (0,18 persen), lebih tinggi dibandingkan di Sampit (0,08 persen). Beberapa komuditas yakni bawang putih, cabai rawit, bawang merah, rokok kretek filter, dan angkutan udara juga menjadi pendorong signifikan terhadap menguatnya indeks harga secara umum di kedua kota,” ungkap Yomin.
Sebaliknya tutur Yomin, bensin berkontribusi cukup tinggi terhadap deflasi di Palangka Raya (0,03 persen) dan Sampit (0,02 persen). www.lintasberita1.com, #PERDI#

