Presiden menghimbau agar berhati-hati terhadap varian Omicron. Peningkatan kasus terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI dan Banten, tetapi kematian masih rendah dan hospitalisasi masih cukup.
“Kasus juga terjadi di Bali dan terus meningkat, hospitalisasi juga tinggi, seperti kasus varian Delta yg terjadi bergelombang dalam rentang 2-3 minggu kemudian berkurang. Diharapkan pada penanganannya harus disiapkan dengan baik untuk menghadapi varian Omicron ini”, jelasnya.
Presiden menghimbau untuk disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, terutama dalam penggunaan masker dan percepatan Vaksinasi, Disamping itu, semua rumah sakit agar dicek kembali terkait dengan kesiapan obat-obatan, alat kesehatan, serta berkoordinasi dengan Kemenkes.
Sementara itu Dandim 1016/Plk melalui Pabung Mayor Inf Idham Khalid, S.Ag mengatakan, bahwa sesuai arahan Bapak Presiden, guna menghambat penyebaran varian Omicron ini adalah vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan secara ketat ditiap wilayah.
“Sekarang omicron semakin berkembang di beberapa negara termasuk Indonesia, varian baru yang beberapa waktu belakangan semakin meresahkan. Kita tetap taat dan prokes jangan sampai lengah” jelas Pabung.
Pada intinya Presiden memberikan penegasan umum bahwa varian baru omicron harus benar-benar diwaspadai. Kuncinya hanya dengan mengoptimalkan percepatan vaksinasi yang diikuti dengan penerapan protokol kesehatan secara menyeluruh. Pukas Pabung Mayor Inf Idham Khalid.

