Sementara itu Pabung Gunung Mas Mayor Inf Idham Khalid, S.Ag rilisnya melalui Penerangan Kodim pada Rabu (6/4) mengatakan, Operasi pasar jadi cara paling umum yang dilakukan pemerintah daerah menyikapi kenaikan harga komoditas.

Pabung menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai upaya mengantisipasi apabila ada oknum pedagang yang berusaha menimbun dan menaikan harga sembako secara sepihak, yang dampaknya merugikan masyarakat.

“Semua stok masih aman meskipun ada beberapa kenaikan harga, antara lain minyak goreng curah harga per liter 26 ribu, ayam potong 50 per kilogram dimana harga sebelumnya 40 ribu per kilogram,” tutur Pabung.

Ia menambahkan, kehadiran dan keberadaan Babinsa diwilayah khususnya di lingkungan pasar tradisional dirasakan manfaatnya dalam rangka ikut menjaga stabilitas ketersediaan pangan, logistik wilayah berupa sembilan bahan pokok bagi kebutuhan masyarakat dan selalu menjaga situasi kondisi wilayah di pasar tradisional sekitarnya dalam keadaan aman terkendali.

“Pemantauan harga Sembako ini dilakukan untuk di informasikan ke Komando Atas, diantaranya melalui kegiatan monitoring harga sembako di pasar-pasar tradisional. Guna mencegah maupun mengantisipasi adanya oknum-oknum yang sengaja menaikkan harga penjualan sembako di pasaran.” Tutup Pabung.

www.lintasberita1.com  (RSM/ Foto:Pendim 1016/Plk)