“Sesuai arahan Pak Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wagub H. Edy Pratowo, kami siap jemput bola. Kami sudah menyiapkan digitalisasi pembelajaran di setiap sekolah se-Kalteng,” ujar Reza di ruang kerjanya, Selasa (29/4/2025).
Reza menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan solusi konkret untuk berbagai tantangan pendidikan di daerah, khususnya kekurangan tenaga pengajar di wilayah pelosok. Ia menilai teknologi dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih inklusif dan kolaboratif.
“Dengan digitalisasi, pembelajaran kombinasi bisa diterapkan, guru dan siswa lebih mudah bertukar pikiran, hingga ikut dalam kompetisi seperti olimpiade sains. Ini juga bentuk peningkatan mutu pendidikan yang menyeluruh,” lanjutnya.
Disdik Kalteng telah memulai sejumlah langkah konkret, antara lain menyiapkan platform pembelajaran daring, melatih guru, serta menyediakan perangkat digital untuk menunjang pembelajaran terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Kami tidak hanya bicara konsep. Kita sudah mulai bergerak. Tahun ini kita fokus pada infrastruktur dasar dan peningkatan kapasitas guru,” jelas Reza.
Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bertekad menjadi daerah yang aktif dan progresif dalam mendukung transformasi pendidikan nasional berbasis digital, sesuai visi pemerintah pusat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adil, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. *#TIM#* www.lintasberita1.com

