Terkait adanya laporan tentang lahan yang pernah ditinggalkan seperti yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya akan mengadakan rapat terpadu.

“Tadi saya sudah siapkan agendanya. Saya minta untuk menyelesaikan apa saja masalahnya”, tandas Luhut Binsar Pandjaitan.

Sementara itu, Gubernur H. Sugianto Sabran menyampaikan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan lebih bersifat Padat Karya dengan melibatkan masyarakat petani secara langsung.

“Mengingat kita masih dalam suasana Pandemi Covid-19 , dimana Sektor Pertanian inilah yang mampu menunjukan dan menyumbang nilai positif pemulihan ekonomi baik regional maupun nasional”, pungkas H. Sugianto Sabran.

Pada kesempatan tersebut, Menko Marves melakukan dialog dengan para Petani Desa Bentuk Jaya sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat.

Hadir secara khusus Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko, Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI Wahyu Utomo dan Direktur Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Heriyanto. Gubernur Kalteng didampingi oleh Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan Bupati Pulang Pisau H. Edy Pratowo.