Labih lanjut disampaikan, untuk serapan realisasi keuangan Kabupaten/Kota se-Kalteng berkisar pada angka terendah 11,17 % yakni pada Kabupaten Murung Raya dan tertinggi pada Kabupaten Kapuas dengan serapan 38,02% dengan total secara keseluruhan untuk seluruh kabupaten/kota hampir mendekati Rp.3 Trilyun atau 17,35 %. Terkait refocusing penyediaan anggaran penanggulangan Covid-19, masih terdapat 3 Kabupaten yang belum melakukan refocusing untuk mencapai target 8% yakni Kabupaten Kotawaringin Timur (minus Rp.60 Milyard lebih), Kabupaten Barito Selatan (minus Rp.35 Milyard lebih) dan Kabupaten Murung Raya (minus Rp.24 Milyard lebih).

H. Edy Pratowo berharap dengan momentum ini menjadi perhatian khusus bagi para Bupati yang belum melakukan refocusing anggaran sesuai dengan porsi yang telah ditetapkan.

Diketahui, Pemprov. Kalteng telah mengalokasikan anggaran BTT untuk penanggulangan Covid-19 pada bidang Kesehatan dengan total Rp. 42 Milyard lebih dengan realisasi 47,24 % sebesar Rp. 20 Milyard lebih. Kemudian alokasi untuk perlindungan sosial dan dukungan ekonomi mencapai Rp. 109 Milyard lebih dengan realisasi Rp.7 Milyard lebih atau 6,61%. Diharapkan dengan adanya alokasi ini dapat menstimulus percepatan pemulihan ekonomi daerah di Wilayah Kalteng.


Hadir langsung di Aula Jayang Tingang diantaranya Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kemendagri M. Ardian N dan Bupati/Walikota se-Kalteng. Dari Pemprov. Kalteng hadir Sekretaris Daerah Prov. Kalteng Fahrizal Fitri, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng H. Nurul Edy serta Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng. Dari Pemerintah Daerah diikuti secara virtual oleh Wakil Bupati / Wakil Walikota, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala Bapenda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, Direktur RSUD dan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Kabupaten/Kota.