PALANGKA RAYA, Lintasberita1.com– Ditjen Belmawa Kemenristekdikti menyelenggarakan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) dalam rangka mendorong munculnya wirausahawan muda di perguruan tinggi. Program ini diikuti dan dikompetisikan secara nasional. Kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak 2017 lalu ini tak lepas dari tahapan seleksi yang ketat dan bertahap. Pada akhir tahapan dinyatakan bahwa untuk pendanaan tahun 2020 hanya ada 346 proposal yang berhasil lolos seleksi.
Penilaian proposal yang masuk dalam KBMI didasarkan atas beberapa kriteria, antara lain: tujuan mulia dari bisnis yang dijalankan, target spesifik pelanggan, ide produk, strategi peningkatan penjualan, strategi manajemen SDM, hingga strategi analisis. Proposal yang lolos KBMI 2020 ini akan diberikan pendanaan pengembangan usaha pada peserta program KBMI sebesar Rp10.000.000, 00 hingga Rp40.000.000,00.
Prestasi Universitas Palangka Raya dalam ajang KBMI merupakan kali pertama yang berhasil lolos seleksi Nasional. Dari 10 proposal yang diajukan ternyata 1 proposal berhasil membawa nama harum Kampus tertua di Kalimantan Tengah ini. Proposal yang lolos dan mendapat pendanaan dengan Proposal KASAI KESULTANAN BAWI LAMUS (Produk Kosmetik) karya mahasiswa Universitas Palangka Raya dari prodi Akuntansi (Resha Althof Valentino) dan mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi ( Widyawati Dewi, Friska Anugrahni,dan Meli Wulandari).

