Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menunjukkan hasil positif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, hingga akhir Agustus 2025, luas karhutla di wilayah ini tercatat 1.353,73 hektare.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan melalui laman Sipongi, jumlah tersebut menempatkan Kalimantan Tengah di urutan ke-21 secara nasional, dengan kontribusi hanya 0,63 persen dari total luas karhutla nasional yang mencapai 213.984,20 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalteng, Alpius Patanan, menyebut angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Dari sisi data, kami melihat tren yang semakin terkendali. Upaya pencegahan dan penanganan cepat yang dilakukan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat sangat berperan besar,” ujar Alpius, Senin (15/9/2025).

Hal senada disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, yang menegaskan bahwa selain menekan luas area terbakar, pengendalian emisi karbon juga menunjukkan hasil signifikan.

“Selama periode tersebut, emisi CO₂ yang dilepaskan akibat karhutla di Kalteng tercatat sekitar 195.697 ton CO₂e, atau hanya 1,04 persen dari total emisi nasional sebesar 18,76 juta ton CO₂e. Artinya, upaya bersama dalam mitigasi karhutla cukup efektif,” jelasnya.

Sebagai langkah strategis, BPBD Kalteng telah membentuk 77 Pos Komando Lapangan (Poslap) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini merupakan komitmen Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2025.

“Poslap ini menjadi ujung tombak dalam deteksi dini, pemadaman cepat, hingga koordinasi lintas sektor di lapangan,” tambah Toyib.

Selain penguatan struktur lapangan, BPBD juga terus menggencarkan edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla maupun bencana lainnya. Kegiatan sosialisasi, pelatihan relawan, hingga simulasi penanggulangan bencana digelar secara berkala di berbagai daerah.

“Karhutla bukan hanya tugas pemerintah semata, tapi juga perlu kesadaran kolektif masyarakat. Oleh karena itu, *#TIM#* www.lintasberita1.com