“Momen ini juga untuk memotivasi masyarakat yang tinggal di tepian sungai atau pesisir pantai untuk senantiasa merawat, memperindah perahu sehingga akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan, membranding tradisi lokal, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat,” imbuhnya.
Yuas juga mengingatkan agar momentum ini bukan hanya sekedar hiburan saja, tetapi juga sebagai tuntunan untuk mengedukasi seluruh masyarakat agar lebih peduli, bangga, dan cinta pada kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. “Jadikanlah nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi dan budaya Kalimantan Tengah sebagai modal dasar dan pegangan bagi kita semua dalam mewujudkan visi misi Pemerintah Daerah,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalteng Adiah Chandra Sari ketika dibincangi menyatakan bahwa masyarakat Kalteng sangat antusias menyaksikan lomba perahu hias ini. “Meskipun pesertanya sedikit hanya 12-13 orang saja, para peserta menampilkan atraksi yang luar biasa, dan menjadikan tontonan yang menghibur bagi masyarakat,” ungkap Adiah.
Adiah menyebut, perlombaan perahu hias ini merupakan kali pertama setelah beberapa tahun vakum, dan pada tahun 2022 lalu perlombaan perahu hias tidak diadakan. “Namun pada tahun ini kembali diadakan, mungkin hal tersebut menjadi alasan mengapa peserta lomba perahu hias pada tahun ini tidak terlalu banyak,” kata Adiah.

