Sementara itu, lanjutnya, masyarakat dan pemangku kepentingan, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh adat, diharapkan turut berperan aktif dalam mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat mengenai tanda-tanda awal dan dampak buruk kebakaran hutan dan lahan.

Hasan mengatakan, persoalan pembukaan lahan dengan cara dibakar harus lebih diwaspadai, karena hal ini dianggap sebagai kearifan atau adat istiadat setempat oleh sebagian warga. Mengubah praktik ini jelas merupakan sebuah tantangan, khususnya dalam hal meningkatkan pendidikan mengenai dampak signifikan dari pembakaran lahan selama musim kemarau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran lahan yang sering terjadi di kawasan ‘Kota Indah’ ​​yang dikenal dengan nama Palangka Raya ini terjadi hampir setiap hari di berbagai kecamatan di wilayah setempat.

Beruntung, personel BPBD dan tim kolaboratif pemadam kebakaran berhasil memadamkan seluruh kejadian kebakaran lahan yang terjadi di sekitar lokasi. *#TIM#* www.lintasberita1.com