Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Berbagai tanggapan muncul terkait rencana pemerintah Indonesia untuk bekerja sama dengan Tiongkok dalam pengembangan lahan sawah sejuta hektare di Kalimantan Tengah.
Hal ini diklaim dapat mengatasi masalah beras nasional, terutama mengingat Indonesia kerap kali bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Namun, jika pengembangan lahan sawah yang dimaksud merupakan bagian dari program lumbung pangan pemerintah, sejumlah kalangan mempertanyakan potensi keberhasilannya.
Wisman, anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, menanggapi usulan pemerintah pusat terkait pengembangan proyek investasi pertanian oleh Tiongkok di wilayah Kalimantan Tengah.
Wisman mengusulkan agar pemerintah pusat dan daerah terlebih dahulu melakukan kajian mendalam dan melibatkan masyarakat sebelum mengambil tindakan atau pengadaan proyek.
“Perlu ditekankan pentingnya melakukan evaluasi atau pengkajian terlebih dahulu. Sehingga dapat menghindari kesalahan yang sama dan membuat keputusan yang lebih cerdas di masa depan,” ucapnya, Rabu (01/05/2024).
Ia menegaskan, meskipun pemerintah berharap dapat melaksanakan rencana atau program tertentu, pemerintah menghadapi berbagai tantangan.
Namun, perlu disadari bahwa kondisi tersebut dibarengi dengan berbagai kendala yang mungkin muncul, sehingga harus segera diatasi dengan tepat dan cepat.
“Terkait wacana yang disampaikan, harus ada sosialisasi dulu. Kemudian dilakukan kajian yang melibatkan masyarakat sendiri. Apakah bisa menghadirkan inovasi dan meningkatkan efisiensi di berbagai bidang, termasuk sektor pertanian,” kata Weissman.
Anggota DPRD Kalimantan Tengah periode 2019-2024 itu juga menyatakan, tidak bisa dipungkiri, di era teknologi saat ini, penyesuaian dan inovasi sangat diperlukan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan di Kalimantan Tengah.
“Harus ada terobosan-terobosan dalam penyesuaian pengembangan ketahanan pangan, apa lagi di era teknologi seperti sekarang. Intinya jangan sampai meninggalkan dampak yang rumit dan merugikan masyarakat lokal,” tutupnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

