Palangka Raya – www.lintasberita1.com – RSUD Dr. Doris Sylvanus menjawab tantangan kemajuan teknologi di bidang medis dengan memperkenalkan sistem Digital Subtraction (DSA) di RSDDS. Sistem ini merupakan teknik radiologi intervensi yang digunakan untuk memvisualisasikan aliran darah pada organ tertentu. Pada Rabu (06/09/2023), tim RSDDS yang diketuai oleh Dr. Gimgim Henrico Sirait berhasil melakukan prosedur pertama menggunakan teknologi tersebut di Ruang Cathlab RSDDS.

Melalui DSA, penyumbatan pada pembuluh darah tidak hanya dapat diketahui di otak, tetapi juga di kepala, kaki, lambung, hati, dan organ lainnya. Selain itu, DSA juga dapat mengatasi masalah kebocoran pembuluh darah.

Menurut Plt. Direktur RSDDS Ady Fraditha, selain prosedur DSA, beberapa tindakan juga dilakukan di ruang cathlab. Tindakan tersebut antara lain yang pertama yaitu Coroangiography, yaitu pemeriksaan diagnostik yang menggunakan zat kontras untuk mengetahui apakah pembuluh darah di jantung tersumbat. Tindakan kedua adalah PTCA (pecutaneus transluminal coronary angioplasty), yaitu membuka pembuluh darah jantung yang menyempit menggunakan balon. Tindakan ketiga adalah PCI (intervensi koroner perkutan), yaitu membuka pembuluh darah jantung yang menyempit dan memasang stent/cincin jantung.

Lalu yang keempat, TPM (Alat Pacu Jantung Sementara) adalah penempatan alat pacu jantung sementara. Kelima, PPM (Permanent Pacemaker) merupakan pemasangan alat pacu jantung permanen, dan keenam, PTA (Perkutan Transluminal Angioplasty) merupakan tindakan membuka/melebarkan pembuluh darah tepi terutama pada lengan dan tungkai sehingga dapat mengurangi risiko amputasi. atau mengurangi amputasi tinggi badan,” jelasnya.