PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Keberadaan Perpustakaan tentunya sangat penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, keberadaan buku sebagai jendela dunia tentunya menjadi sebagai salah satu modal dalam membangun pengetahuan yang luas.
Terkait dengan hal tersebut jajaran Komisi III DPRD Kalteng mendorong agar perpustakaan daerah dapat memberikan layanan, tentunya dengan beberapa catatan.
Ketua Komisi III DPRD kalteng Duwel Rawing tetap menekankan agar dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini agar penerapan protokol kesehatan (prokes) juga tetap menjadi hal yang utama.
“Kita berharap perpustakaan yang berada di zona hijau dan kuning dapat menerapkan layanan tatap muka tetapi secara terbatas,” ucap Duwel saat memimpin kunjungan kerja Komisi III DPRD Kalteng, di Kabupaten Gunung Mas,
Dia menambahkan bahwa dengan memperhatikan wilayah sesuai dengan zona penyebaran covid-19 harapannya jangan sampai terjadi kluster baru.
Selain itu prokes yang diterapkan di antaranya adalah pengukuran suhu, penggunaan masker penggunaan hand sentizer, tempat cuci tangan, pembatasan jarak, Pengurangan kepasitas pengunjung, serta penyemprotan rutin disinfektan.
Sementara itu ada strategi lain yang dapat dilakukan oleh pihak dari perpustakaan sesuai dengan zona wilayahnya yakni non tatap muka atau secara virtual.
Hal tersebut mencakup perpustakaan berbasis online dengan mempersiapkan koleksi digital dan tentunya harus memiliki sumber daya pendukung seperti jaringan/wifi dan tenaga teknisinya.
Wakil Ketua Komisi Hj. Siti Nafsiah, mengatakan bahwa terkait keberadaan perpustakaan di beberapa daerah memang butuh perhatian peningkatan sarana -prasarana.
Pihaknya ucap Nafsiah, mendorong menanamkan minat baca dari sejak usia TK dan SD dan diupayakan peningkatan Perpustakaan di provinsi dan kabupaten dan kota.
Sementara itu Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P Umbing mengungkapkan bahwa keberadaan perpustakaan memang tergerus dengan zaman. Oleh karenanya dia mendukung tentang konsep perpustakaan dan pengarsipan yang lebih modern serta berbasis digital.
“Selain itu sumber daya pendukung seperti listrik dan jaringan tentunya harus menjadi yang utama dalam rangka mendukung perpustakaan yang lebih modern,” uungkapnya.
Ditambahkan Edwin Yustian, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Gumas, bahwa sejak Covid 19 melanda layanan perpustakaan juga terkena dampak, dan saat ini pihaknya tetap melakukan terobosan dalam pembinaan perpustakaan desa.
Diungkapkan selain membuka perpustakaan pengunjung yang terbatas, pihaknya juga melaksanakan perpustakaan keliling berkunjung ke sekolah-sekolah, pelatihan bahasa Inggris, membuka gerai baca di taman kota Kuala Kurun dan lainya dengan tetap melakukan prokes yang ketat.
Pihaknya saat ini sedang mengusulkan membangun gedung perpustakaan baru dan memohon dukungan dewan provinsi membantu melobby pusat dalam mewujudkan itu, tutup Edwin.
www.lintasberita1.com #Diah#


