Salah satu aspek yang menjadi perhatian Komisi III adalah pemanfaatan teknologi dalam pelayanan perpustakaan. Sistem digital dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap koleksi bacaan sekaligus membuat pelayanan lebih praktis.
Penggunaan katalog digital, koleksi buku elektronik (e-book), pendaftaran anggota hingga sistem peminjaman berbasis teknologi menjadi sejumlah inovasi yang dipelajari dalam kunjungan tersebut.
Komisi III juga melihat digitalisasi sebagai salah satu cara untuk mendekatkan perpustakaan dengan generasi muda. Akses bacaan yang lebih mudah diharapkan dapat membuat perpustakaan tetap relevan bagi anak-anak, remaja, hingga kelompok masyarakat usia produktif.
Selain digitalisasi, pengembangan ruang literasi inklusif turut menjadi perhatian. Fasilitas bagi anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas dinilai perlu menjadi bagian dari pengembangan perpustakaan di Kalteng.
Dalam peninjauan lapangan, rombongan Komisi III melihat sejumlah fasilitas Perpusda Kota Tangerang, mulai dari ruang pelayanan, ruang baca anak, Pojok Baca Digital (Pocadi), hingga ruang diskusi dan multimedia.
Penataan ruang yang nyaman serta dukungan jaringan internet menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Konsep perpustakaan yang lebih terbuka dan ramah pemustaka dinilai dapat mendorong masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan beraktivitas.

