
Kotawaringin Barat – Sambi, adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kotawaringin Barat Kalteng. Meski letaknya cukup jauh namun desa ini mempunyai nilai sejarah kemerdekaan RI yakni penyelamatan bendera pusaka oleh seorang tentara yang bernama Tjilik Riwut dengan cara terjun payung. Inilah kali pertama terjun payung bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu dilakukan.

Masyarakat sambi sendiri hingga saat ini menggantungkan hidupnya dari berladang, berkebun serta menambang emas yang merupakan pekerjaan turun temurun dengan metode tradisional. Warganya yang humanis dan tidak menutup diri, Sambi kini mulai berbenah untuk maju. Dan keinginan itu selalu dinantikan seluruh warga agar Desa Sambi bisa cepat berkembang dan maju.
Melihat potensi dan keinginan masyarakat yang begitu tinggi, beberapa tahun lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan didampingi Pemprov Kalteng serta Pemda Kobar menyambangi desa Sambi dengan medan jalan yang cukup berat waktu itu. Tak sedikit mobil rombongan yang harus ditarik menggunakan mobil dobel gardan agar selamat dari kubangan berlumpur.
Hasil dari verifikasi serta analisis oleh Tim KLHK, kini warga sambi mulai merasakan perhatian dari pemerintah itu yakni dengan diterimanya mesin pengolahan emas yang ramah lingkungan.

