Palangka Raya, lintasberita1.com – Ketua Komisi B DPRD Palangka Raya, Nenie Adriaty Lambung mengatakan masih adanya gap literasi digital di kalangan masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang menggunakan produk keuangan digital, namun tidak memiliki kemampuan mumpuni sehingga terjebak masalah,” katanya, Senin 6 Juni 2022.

Salah satu yang menjerumuskan menurut Nenie ialah terkait pinjaman online. Contoh lainnya, ketika ada program pembayaran non tunai melalui QRIS seperti yang dilaksanakan di Pasar Wadai saat bulan Ramadan, banyak masyarakat yang tidak mampu untuk beradaptasi dan menggunakannya.

“Karena itu kami merasa bahwa Pemko perlu untuk melakukan sosialisasi terkait literasi digital ini agar gap yang ada di masyarakat dapat tertutupi,” tuturnya

Menurutnya pentingnya sosialisasi terkait literasi digital ini, agar masyarakat tidak terjebak masalah saat transisi sistem keuangan secara konvensional.

“Terlebih Pemko Palangka Raya sudah mulai menerapkan sistem digitalisasi keuangan. Jadi sangat perlu sosialisasinya dijalankan,” tegasnya.

www.lintasberita1.com *#TIM#*