Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, menegaskan bahwa masih banyak masyarakat di wilayah terpencil yang belum memperoleh layanan pendidikan layak akibat keterbatasan fasilitas dasar. Kondisi ini disampaikan Arton saat menyoroti kesenjangan akses pendidikan di Kalteng, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, pemerataan pendidikan merupakan kewajiban negara yang harus segera dijalankan demi memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama dalam mengenyam pendidikan.
“Pemerataan akses pendidikan itu kewajiban negara, bukan pilihan,” tegas Arton.
Ia menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus pendorong percepatan pembangunan di daerah. Oleh karena itu, pemerintah wajib menghadirkan sarana belajar dan tenaga pendidik hingga ke pelosok.
“Setiap anak, termasuk yang tinggal jauh di pedalaman, berhak mendapatkan layanan terbaik,” ujarnya.
Arton mengungkapkan, sejumlah sekolah di kawasan pedalaman masih menghadapi kekurangan guru, keterbatasan fasilitas belajar, dan kondisi infrastruktur yang belum memadai sehingga mutu pendidikan tertinggal dari wilayah perkotaan.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena hanya memperlebar kesenjangan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan teknologi pembelajaran dan penyediaan akses internet yang merata di era digital agar sekolah-sekolah di pedesaan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Akses teknologi harus tersedia merata supaya proses belajar berjalan efektif,” kata Arton.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas program beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu guna menekan angka putus sekolah yang masih terjadi di beberapa wilayah.
“Dukungan pembiayaan adalah bagian penting dari pemerataan pendidikan,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

