Ivo Sugianto Sabran juga menuturkan Eksistensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari tahun ke tahun terus menunjukkan kecenderungan perkembangan yang positif hingga saat ini. Namun demikian UMKM juga mengalami kendala dan tantangan dalam beberapa hal, yaitu Aspek Kelembagaan, Aspek Produksi, Aspek Pembiayaan, Aspek Pemasaran dan Aspek Kapasitas Sumber Daya Manusia.

“Hal inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk menyelamatkan dan memajukan UMKM di Indonesia terutama di Kalimantan Tengah, terlebih ditengah pandemi Covid-19 yang melanda”, ucap Ivo Sugianto Sabran.

Ivo Sugianto Sabran mengatakan Covid-19 adalah wabah yang tidak pernah diduga, berdampak sangat luas terhadap segala tatanan kehidupan masyarakat dunia. Transportasi, pariwisata, manufactur, jasa dan konstruksi mengalami penurunan signifikan. Secara global mengakibatkan sektor ekonomi juga turut terpukul akibat dampak pandemi ini.

Pada sektor ekonomi, dampak yang paling dirasakan adalah salah satunya oleh pegiat UMKM. Dibandingkan dengan perusahaan, pemilik UMKM masih belum memiliki sistem atau infrastruktur untuk bekerja secara online.
Sehingga, pegiat UMKM memerlukan adanya pendampingan dalam memberdayakan fungsinya secara kreatif dan inovatif. Pelaku UMKM juga perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga eksistensi usahanya secara mandiri, salah satunya dengan menyesuaikan dengan perubahan prilaku konsumen akibat pandemi Covid-19.