“Kemudian, Gaya Kolaborasi (Collaborating), dimana semua pihak bekerja sama untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan, meskipun memerlukan waktu dan usaha, cara ini sering kali menghasilkan hasil yang lebih memuaskan dan memperkuat hubungan; dan terakhir Gaya Kompromi (Compromising), dimana kedua belah pihak membuat konsesi untuk mencapai kesepakatan. Ini adalah pendekatan yang cepat dan efektif, terutama ketika setiap pihak memiliki kepentingan yang seimbang,” sambungnya.

 

Dengan pemahaman tentang kelima gaya ini, Rahmawati berharap anggota kepolisian dapat lebih efektif dalam menangani konflik, menciptakan hubungan yang lebih baik dengan masyarakat, dan mencapai hasil yang positif.

“Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen konflik, diharapkan anggota kepolisian dapat lebih siap dalam menciptakan situasi aman dan kondusif di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Acara ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan kepolisian, serta memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

www.lintasberita1.com *#TIM#* (MMC)