Lebih lanjut, Leonard mengungkapkan, rencana pembangunan daerah Provinsi Kalimantan Tengah mencakup beberapa aspek penting. Pertama, fokus pada peningkatan produksi komoditas berkualitas tinggi dan pembangunan fasilitas produksi hilir yang memberikan nilai tambah signifikan. Kedua, adanya dorongan untuk mempercepat pembangunan dan menarik investasi di kawasan strategis seperti Kawasan Industri Surya Borneo, Tanjung, dan Food Estate. Ketiga, terdapat penekanan pada peningkatan konektivitas antar pusat pertumbuhan dan pengembangan infrastruktur layanan penting secara cepat. Keempat, adanya komitmen peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pusat pelatihan vokasi, di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Terakhir, adanya dedikasi untuk memerangi polusi, memitigasi kerusakan lingkungan, dan membangun ketahanan terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran lahan.

Leonard menyatakan, ada enam prioritas pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah. Prioritas tersebut antara lain percepatan pengembangan kawasan industri, perekonomian, dan food estate; percepatan pemulihan ekonomi; peningkatan koperasi dan UMKM; peningkatan pendidikan; dan peningkatan kesehatan masyarakat untuk kekuatan Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Leonard juga mengumumkan dimulainya proyek food estate di lahan eks PLG yang dimaksudkan sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.