Gus Muhaimin berharap tragedi Kanjuruhan tidak lagi terjadi di Indonesia. Karena itu ia mendorong revolusi total manajemen olahraga nasional, terutama sepak bola baik dari sisi stadion, penyelenggaraan, keamanan, juga manajemen supporter.

“Kita berharap manajemen olahraga kita segera dievaluasi, hasil investigasi independen ditunggu banyak pihak karena tragedi kemanusiaan ini tidak boleh terulang, berolahraga menikmati olahraga adalah untuk kebahagiaan dan kesehatan, bukan untuk bencana dan kesedihan,” ungkap Gus Muhaimin.
Gus Muhaimin meminta pemerintah dan pihak terkait untuk lebih memberi perhatian kepada supporter. Ia mengusulkan manajemen supporter dapat dimasukkan ke dalam Undang-undang Keolahragaan.
“Saya melihat supporter belum mendapatkan perhatian serius, dan di undang-undang olahraga yang akan direvisi harusnya dimasukkan dalam satu sistem yang lebih akuntabel dan terbuka. Termasuk sistem pengamanan,” tegas Gus Muhaimin.
“Jadi manajemen pengelolaan (sepak bola) dari hilir ke hulu harus manajemen pengelolaan kesenangan, bukan pengelolaan yang membahayakan,” sambung Gus Muhaimin.
Setelah mengunjungi RSUD Syaiful Anwar dan RSUD Kanjuruhan, Gus Muhaimin yang hadir didampingi Anggota Komisi X DPR RI Dapil Malang Raya M. Hasanuddin Wahid, Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslahah dan Anggta DPRD Jatim Hikmah Bafaqih bergegas ke RSUD Kanjuruhan, dan lanjut mengunjungi Stadion Kanjuruhan.

