Palangka Raya – www.lintasberita1.com – Kebakaran hutan dan lahan atau disebut juga karhutla menimbulkan bahaya besar bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Oleh karena itu, isu ini penting untuk menjadi perhatian bersama.
Legislator Kalimantan Tengah, Achmad Rasyid, meminta agar penanganan karhutla, khususnya di Kalteng, dapat dilakukan secara maksimal untuk meminimalisir potensi dampak negatif yang mungkin timbul dari kebakaran tersebut.
Ia mengatakan pada Rabu, Agustus: “Mengapa karhutla menjadi ancaman bagi kehidupan, karena banyak dampak negatif yang akan timbul, misalnya kabut asap yang dapat menyebabkan penyakit ISPA. Kewaspadaan, pencegahan dan penanganan masalah ini harus ditingkatkan.” 23 2023.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng ini menyatakan, sudah cukup lama tidak terjadi curah hujan di wilayah Kalteng. Akibatnya, terdapat risiko tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di lahan gambut. Oleh karena itu, sangat penting bagi seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan tidak sengaja membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan.
“Kebakaran hutan dan lahan juga dapat mengancam keselamatan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lahan yang mempunyai peluang besar terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Bahaya kebakaran hutan dan lahan harus kita waspadai, jangan sampai ada yang kurang.” Ia menambahkan: “Jika mengetahui ada kebakaran hutan, Anda harus segera memberitahu pihak terkait.”
Selain itu, pencegahan dan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Masyarakat juga harus berkontribusi dan berpartisipasi aktif guna mencapai pemadaman yang efektif. Kolaborasi dan gotong royong sangat dinantikan.
“Jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, laporkan kepada pihak yang berwenang dan sambil menunggu petugas datang, padamkan dengan menggunakan peralatan yang tersedia untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan. Kerja sama semua pihak diharapkan agar karhutla dapat terkendali dengan baik dan tabir asap di Kalimantan Tengah tidak semakin tebal,” imbuhnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

