“Meskipun sudah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting, ini menjadi urusan bersama, bukan hanya tugas satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi yang intens antar stakeholder. Keberhasilan dalam menurunkan prevalensi stunting di Kalteng adalah buah kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan, dan masyarakat itu sendiri” ungkap Sugianto di Palangka Raya, Sabtu (27/4/2024).
Ia menambahkan, dalam membantu Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi, keterlibatan perangkat daerah dan organisasi mitra pemerintah seperti TP. PKK, Dharma Wanita, serta Tim Pendamping Keluarga menjadi salah satu kunci dan ujung tombak dalam upaya menurunkan stunting.
“Stunting adalah isu nasional, dan kita berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting, harapan kita generasi Kalimantan Tengah ke depan adalah generasi unggul, tangguh dan memiliki daya saing, untuk menangkap peluang di era yang makin kompetitif” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden mengatakan meskipun terdapat penurunan, namun masih diperlukan upaya yang lebih keras dari semua pemangku kepentingan untuk menuju target nasional 14% pada tahun 2024.
“Karena jika dilihat dari 14 Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Tengah, 10 Kabupaten telah menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dan masih terdapat empat kabupaten/kota yang mengalami kenaikan.” ucap Linae.

