Kapuas – www.lintasberita1.com – Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah mengalami transisi signifikan menuju digitalisasi pendidikan, sebagaimana dijelaskan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo. Dalam keterangannya di Kapuas, Kamis malam (09/09/2024), Reza Prabowo mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari program besar yang digagas Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran. Gubernur ingin mengganti alat bantu mengajar tradisional seperti papan tulis dan spidol dengan papan tulis digital dan televisi interaktif.

Reza Prabowo menegaskan bahwa tujuan dari inisiatif digitalisasi ini adalah untuk memodernisasi sistem pendidikan, mengingat peran penting teknologi dalam memfasilitasi proses belajar mengajar di dunia saat ini. Papan tulis digital dan televisi interaktif akan memegang peranan penting dalam upaya ini, sehingga memungkinkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

Selain itu, menanggapi perkembangan terkini, Dinas Pendidikan telah mengalihkan fokusnya ke media informasi sekolah. “Kami tengah menyiapkan materi digital untuk majalah dinding yang akan memuat berbagai konten. Kami juga akan mendorong jurnalis pelajar untuk memproduksi konten dan terhubung dengan internet,” jelas Reza. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pelajar dalam pembuatan konten dan penyebaran informasi digital.

Mengatasi keterpencilan sekolah juga menjadi prioritas utama. Dengan Kalimantan Tengah sebagai provinsi terbesar di Indonesia dan memiliki banyak daerah terpencil, akses internet menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan melaksanakan penguatan sinyal untuk menghubungkan sekolah-sekolah terpencil yang saat ini tidak memiliki akses internet.

Reza Prabowo melanjutkan dengan menyatakan bahwa distribusi perangkat digital telah dilaksanakan untuk mendukung inisiatif ini. Sebanyak 30 panel surya telah dialokasikan ke sekolah-sekolah. Panel-panel ini akan membantu dalam memasok energi yang dibutuhkan untuk perangkat digital, terutama di daerah-daerah yang tidak sepenuhnya terhubung dengan jaringan listrik.

Selain itu, 50 penguat sinyal telah disediakan untuk meningkatkan stabilitas akses internet di daerah-daerah yang dilindungi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas ketersediaan teknologi informasi di sekolah-sekolah yang terletak di daerah terpencil.

Sebagai bagian dari inisiatif digitalisasi ini, sebanyak 40 papan tulis interaktif dan 72 TV interaktif telah dialokasikan ke berbagai sekolah di Kalimantan Tengah. Pengadaan perangkat ini dilaksanakan berdasarkan rencana yang matang dan prosedur yang tepat, yang melibatkan partisipasi sekolah, kantor, dan masyarakat dalam proses pengajuan.

“Semua pembelian ini merupakan hasil usulan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan setiap siswa di Kalimantan Tengah dapat memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar,” pungkas Reza Prabowo. *#TIM#* www.lintasberita1.com