Lebih lanjut Agus menyatakan, di era Society 5.0 atau era digital ini, teknologi mengubah cara orang menerima informasi. “Dunia berubah, kita harus ikut berubah jika tidak ingin tertinggal,” kata Agus.

Agus mengungkapkan, generasi milenial telah memasuki abad ke-21, oleh sebab itu generasi milenial dituntut memiliki kecakapan dan keterampilan yaitu 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). “Tiga elemen penting yang harus diingat dari literasi digital yakni berhati-hatilah : melindungi diri sendiri dan orang lain; bersikaplah cerdas : mendidik diri sendiri dan orang lain; dan menjadi sosial : hormati dirimu dan orang lain,” imbuh Agus.

Di akhir paparannya Agus menyebut media sosial memiliki pengaruh dalam kehidupan masyarakat, bisa berdampak positif maupun negatif. “Untuk itu kita harus bijak bermedia sosial dengan cara menjaga etika, selalu waspada dan jangan langsung percaya, tidak detail mencantumkan informasi pribadi, serta bijak memilih postingan konten,” ungkapnya.

Ketika dibincangi usai menyampaikan paparan, Agus Siswadi menerangkan kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan literasi kepada seluruh masyarakat khususnya pegawai DJPb agar bijak menggunakan media sosial. “Media sosial ini menjadi daya tarik bagi semua orang. Siapapun bisa membagikan informasi-informasi yang tidak pasti, bahkan pegawai pun bisa ikut memproduksi hal-hal yang tidak pas untuk diposting di media sosial. Untuk itu penting kita berikan literasi agar pegawai DJPb tahu bahayanya berinteraksi di media sosial jika tidak digunakan secara bijak, bisa berakibat fatal dan tersangkut hukum. Semakin maju teknologi maka kejahatan-kejahatan di media sosial pun juga marak, kita harus cerdas menghadapi hal itu dengan menggunakan teknologi secara bijak dan bermanfaat bagi kita. Di era digital, kadang jari lebih cepat, daripada akal sehat,” pungkasnya.