PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memastikan pemegang Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan usai penutupan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Palangka Raya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Reza, komitmen itu merupakan arahan langsung Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang menginginkan agar tidak ada anak dari keluarga kurang mampu gagal melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.
“Sebelum operasi saya juga menyampaikan pesan-pesan bahwa Pak Gubernur menginginkan intinya jangan sampai pemilik Kartu Huma Betang Sejahtera tidak bisa kuliah. Karena orang yang memiliki kartu itu sudah diverifikasi dan divalidasi. Mereka memang betul-betul tidak mampu. Pak Gubernur tidak ingin anak-anak kita yang memiliki Kartu Huma Betang Sejahtera itu tidak bisa sekolah dan tidak bisa kuliah,” ujar Muhammad Reza Prabowo.
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih menyelesaikan tanggungan mahasiswa penerima program bantuan pendidikan yang telah berjalan sebelumnya. Dari sekitar 3.060 penerima, kini tersisa sekitar 2.500 mahasiswa yang masih menjadi tanggungan pemerintah setelah sebagian telah lulus maupun tidak lagi memenuhi persyaratan program.
“Tugas kita tahun ini adalah menyelesaikan tanggungan pemerintah provinsi yang sebelumnya sekitar 3.060 penerima. Setelah dikurangi yang lulus, berhenti, dan sebagainya, tersisa sekitar 2.500 lebih yang menjadi tanggungan kita. Semua itu akan diselesaikan dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Reza mengakui kemampuan fiskal daerah saat ini tidak sekuat beberapa tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi anggaran. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah daerah untuk tetap membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kalau kemampuan keuangan daerah mampu, Gubernur Kalteng punya keinginan yang sangat besar. Bahkan kalau bisa, penerimanya lebih banyak lagi. Tetapi kondisi kemampuan daerah kita sekarang tidak seperti dulu karena adanya efisiensi, sehingga kita harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” katanya.
Karena itu, pemerintah akan menerapkan skala prioritas agar bantuan pendidikan tepat sasaran. Seluruh calon penerima akan melalui proses verifikasi dan validasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.
“Mau tidak mau kita harus bersabar, tetapi skala prioritas tetap harus dilakukan. Yang memang betul-betul tidak mampu harus bisa kuliah. Jangan sampai mereka tidak bisa kuliah,” tegasnya.
Reza menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan visi Gubernur Agustiar Sabran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan. Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan investasi penting untuk mencetak generasi muda yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap semakin banyak generasi muda, khususnya dari keluarga kurang mampu, dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terkendala persoalan ekonomi. Dengan demikian, upaya mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin maju dan berdaya saing dapat didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia. #* TIM#* www.lintasberita1.com

