Ia menjelaskan, para atlet yang berlaga di tingkat provinsi merupakan hasil seleksi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi. Karena itu, para juara diminta tetap menjaga semangat, disiplin berlatih, serta terus meningkatkan kemampuan agar mampu mengharumkan nama Kalimantan Tengah di tingkat nasional.

“Ini seleksi dari kecamatan ke kabupaten, kabupaten ke provinsi. Jadi memang seleksinya sudah sangat prosedural dari bawah ke atas. Adik-adik yang menang hari ini jangan lengah, terus berusaha, sibukkan diri dengan berlatih, sibukkan diri dengan belajar, dan sibukkan diri dengan beribadah,” katanya.

Terkait dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Reza menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan fasilitasi kepada atlet yang lolos ke tingkat nasional sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Menurutnya, kehadiran pemerintah merupakan bentuk komitmen dalam mendukung perjuangan atlet pelajar membawa nama daerah di tingkat nasional.

“Terkait fasilitas yang akan diberikan pemerintah provinsi, tentu kita memfasilitasi, tetapi disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang kita miliki. Yang terpenting pemerintah provinsi hadir di tengah-tengah anak-anak didik kita yang akan bertarung di level nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, O2SN Tahun 2026 mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni renang, atletik, panjat tebing, bulu tangkis, pencak silat, senam, dan catur. Selain itu, penyelenggaraan O2SN di Kalimantan Tengah juga menghadirkan cabang olahraga tradisional sebagai eksibisi, seperti balogo dan manyipet (sumpitan), sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya daerah kepada generasi muda.